Unit instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, Basajan, kembali meluncurkan karya terbaru berjudul “Nadoman”. Dirilis sebagai pijakan awal menuju album penuh perdana mereka, single ini juga hadir dalam rangka menyambut bulan Ramadan dengan membawa pesan kritis yang bersumber dari tradisi tutur masyarakat Jawa Barat.
Secara harfiah, “Nadoman” (atau Nadzom) merupakan tradisi melantunkan bait-bait pujian dan nasihat ajaran agama Islam berbahasa Sunda yang kerap menggema di langgar atau masjid menjelang waktu salat. Bagi Basajan, “Nadoman” merupakan medium renungan budaya yang sarat makna.
Dalam single ini, Basajan menggali estetika “Nadoman” yang identik dengan pola repetisi dan melodi khas Sunda, lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa musik mereka yang unik. Tanpa meninggalkan akar tradisinya, “Nadoman” tetap setia pada jalur Priangan Psychedelic Groove yang memadukan ritme enerjik dengan tekstur suara yang luas dan penuh warna.
Basajan memaknai “Nadoman” sebagai pengingat akan resonansi antara manusia, Sang Pencipta, dan alam semesta. Lewat komposisi ini, mereka berupaya menghadirkan ketenangan sekaligus pengalaman transenden ke dalam lantai dansa yang tetap groovy namun liar yang merupakan ciri khas psikedelia.
“Nadoman” menjadi potongan teka-teki berikutnya setelah rilisan-rilisan sebelumnya yang membawa atmosfer mistis, sedangkan “Nadoman” menawarkan lapisan aransemen instrumen yang kian matang dalam meramu musik instrumental yang punya bercerita.
Eksplorasi mereka semakin diperkaya dengan visual artwork garapan Yuri Yeuyanan, yang menerjemahkan getaran spiritual lagu ke dalam estetika grafis selaras dengan konsep album mendatang. Dari sisi produksi, proses mixing dan mastering ditangani oleh Panji Wisnu, dan rilisan ini didistribusikan melalui label Bahasa Ibu Records.
“Nadoman” telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 13 Februari 2026. (INQ)