Specteve 2025, Antara Ambisi dan Realitas Produksi

Categories: Music

Share
Bekasi — Awal bulan disambut dengan gelaran Specteve, sebuah event musik yang berlangsung di Parking Ground Revo Mall Bekasi. Deretan line up-nya terbilang menggiurkan: Dopamin, Sore Ze Band, Efek Rumah Kaca, FSTVLST, Dongker, Monkey To Millioner, Humanimal, Hursa, Ada Band, hingga The Sigit x Denisa dan deratan penampil lainnya.

Dari awal, venue sudah mencuri perhatian dengan gate megah dan alur masuk cukup unik — penonton harus melewati area mall terlebih dahulu sebelum akhirnya mencapai area panggung. Specteve sendiri menampilkan dua panggung: Specters Stage sebagai panggung utama dan Parade Tepi Kota Stage sebagai pendamping.

Menjelang sore, Sore Ze Band tampil menghangatkan suasana di bawah langit Bekasi yang mendung. Lagu-lagu mereka membentuk atmosfer syahdu yang membuat penonton hanyut. Tak lama kemudian, Efek Rumah Kaca mengambil alih panggung dan berhasil memantik antusiasme penonton. Poster-poster aktivis seperti Marsinah, Wiji Thukul, hingga Munir diangkat tinggi oleh massa, menandakan betapa kuatnya resonansi pesan sosial dari tiap lagu yang dibawakan.

Semakin malam, penonton terus memadati area venue. Namun sayang, di balik line up yang begitu megah, ada banyak catatan yang perlu dievaluasi. Fasilitas toilet minim dan penempatannya kurang strategis yaitu berada di bawah area venue. Tempat sampah yang terbatas juga membuat sampah makanan dan minuman berserakan di berbagai sudut.

Selain itu, transisi antar panggung terasa sempit dan berdesakan, membuat pergerakan penonton sulit. Kebocoran suara antar panggung juga cukup mengganggu. Sound dari satu panggung sering terdengar jelas di panggung lain, menciptakan distraksi yang signifikan. Visual di Specters Stage pun tidak stabil. Kadang kabur, tak sinkron dengan audio, bahkan sempat mati total. Ditambah lagi, jeda antar penampilan band terasa terlalu lama dan membuat momentum kehilangan daya.

Secara keseluruhan, Specteve punya potensi besar dengan line up yang kuat dan konsep dua panggung yang ambisius. Namun ke depannya, penyelenggara perlu memperhatikan elemen-elemen teknis dan detail kecil yang justru membentuk pengalaman penonton secara keseluruhan. Sebab dalam sebuah festival musik, bukan hanya line up yang menjadi magnet kuat, tapi juga bagaimana semua elemen terasa selaras dan nyaman untuk dinikmati. Overall, Good Job! (INQ)

Ninety Horsepower Rilis Single “Gusar” Tentang Belajar Berhenti Memaksa karena Takdir Tak Pernah Tertukar

Categories: Music

Share
Unit alternatif asal Indonesia, Ninety Horsepower, kembali memperdengarkan karya terbaru mereka lewat single berjudul Gusar.” Dirilis melalui label Burakku, lagu ini menjadi ajakan untuk belajar berhenti memaksa dan menerima bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan karena takdir, bagaimanapun tidak akan pernah tertukar.

“Kadang kita terlalu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa caranya bahagia,” ujar Bayu Fajri, penulis lagu Gusar.

 “Lewat lagu ini, gue pengin ngingetin diri sendiri nggak semua yang nggak tercapai berarti gagal. Kadang, justru disaat lo berhenti maksa, lo malah nemuin ketenangan baru,” tambahnya.

Warna Baru di Lanskap Asian Alternative

Digarap bersama Vit Alian sebagai produser yang memasak “Gusar” menandai arah baru Ninety Horsepower dalam mengeksplorasi semangat Asian alternative. Terinspirasi oleh band-band seperti ASIAN KUNG-FU GENERATION dan L’ArcenCiel, mereka meramu emosi yang khas Indonesia tanpa kehilangan karakter modern rock Asia.

Album kedua kami akan sangat kental dengan nuansa Asian alternative, dan Gusar menjadi pembuka sekaligus gambaran seberapa kuat arah musikal kami ke depan,” jelas Bayu

“Kami ingin musik Ninety Horsepower tetap punya kejujuran dan intensitas yang bisa dirasakan siapa pun tanpa harus terjebak pada referensi.”

Tentang Ketulusan dan Rasa Syukur

Dengan lirik seperti : “Tak perlu hidup berlari untuk mengejar / Hal yang tertambat pilihan jalan yang sukar,” Ninety Horsepower menghadirkan pesan reflektif tentang arti bersyukur dan menerima. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, “Gusar” menjadi ruang hangat untuk berhenti sejenak dan menumbuhkan ketenangan dalam diri.

“Buat gue, hal-hal sederhana kayak segelas kopi susu bisa jadi pengingat bahwa kita tidak perlu selalu mencari solusi besar,” ungkap Gina, vokalis Ninety Horsepower. 

“Kadang, kekuatan untuk terus melangkah justru datang dari hal-hal kecil di sekitar lo.”

Lewat “Gusar”, Ninety Horsepower menegaskan bahwa menerima bukan berarti menyerah. Ini adalah lagu tentang menemukan kedamaian dalam keputusan, tentang memahami bahwa takdir tidak akan pernah tertukar.

“Takdir tidak akan tertukar, dan memahami itu bisa jadi bentuk kebebasan yang paling jujur,” tutup Bayu.

Profil Ninety Horsepower (90HP)

Terbentuk pada September 2013 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Ninety Horsepowerberanggotakan Ghina (vokal & gitar), Jiung (gitar), Ipang (drum), dan KUNIO (bass). Musik mereka berakar pada semangat Asian alternative dengan pendekatan lirik yang jujur dan intens.

Melalui setiap rilisan, Ninety Horsepower berupaya menghadirkan karya yang relate dengan kehidupan sehari-hari, kesederhanaan, dan identitas musik lokal dalam lanskap alternatif Indonesia. (INQ)

Satu Dekade Album Generation Y: Kunto Aji Beberkan Makna Baru di Balik '2025 Masih Asik Sendiri’

Categories: Music

Share
Menapaki sepuluh tahun dalam perjalanan karier adalah momen spesial yang layak untuk dirayakan dan dijadikan sebagai tonggak sejarah. Bagi sang solois, Kunto Aji momen tersebut diwujudkan dengan “menghidupkan” kembali sebuah karya istimewanya.

Pada kuartal terakhir 2025 album perdana Kunto Aji, Generation Y akan genap berusia satu dekade. Album yang pertama kali dirilis tahun 2015 itu telah menjadi fondasi yang kokoh bagi perjalanannya di dunia musik.

Untuk merayakannya, Kunto menghadirkan single terbaru berjudul “2025 Masih Asik Sendiri”. Lagu ini merupakan aransemen ulang dari “Terlalu Lama Sendiri”, yang merupakan salah satu lagu hits di album Generation Y

“Ketika ada sesuatu yang ingin dirayakan, pasti harus ada yang dikeluarkan. Membuat karya baru saat ini belum memungkinkan, jadi pilihan paling reasonable adalah menyajikan ulang / me-rework lagu yang sudah ada. Saya memilih salah satu lagu ikonik dari album Generation Y, lalu memberinya sentuhan aransemen dan nuansa baru,” ujar Kunto Aji.

Nuansa baru yang ia maksud tidak hanya terletak pada musik, tetapi juga pada pergeseran makna dari karya aslinya.

“Pada lagu ‘2025 Masih Asik Sendiri’ memberi ruang bagi setiap orang untuk menyelami perspektifnya masing-masing. Seolah lagu ini adalah sebuah pertanyaan yang membuat pendengarnya merenung dan masing-masing orang bisa memiliki pemahaman sendiri tentang hidup mereka,” tambahnya.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, single “2025 Masih Asik Sendiri” hadir sebagai ajakan dari seorang Kunto Aji untuk lebih memaknai segala hal disekitar kita mulai dari yang paling dekat hingga yang sering luput dari perhatian.

Sebagai musisi, Kunto juga mengaku tengah mempertanyakan perannya sebagai musisi, 

“Sebenarnya harus berbuat apalagi sih di dunia seperti ini?”

Meski demikian, ia memilih untuk tetap menyimpan harapan. 

“Belakangan ini, saya banyak mempelajari situasi kehidupan baik secara realita maupun spiritual. Harapan sangat penting, karena itulah satu-satunya pegangan. Kita sudah terbiasa berada dalam mode bertahan dan semakin kesini hal itu semakin diperlukan. Paling tidak ditengah kondisi bertahan ini, ada secercah harapan di ujung jalan,” katanya.

Yang menarik disela-sela persiapan perilisan single ini, Kunto rupanya memilih jalur yang tidak biasa. Ketika banyak musisi sibuk mempromosikan karya terbaru diberbagai platform media, ia justru sebaliknya memutuskan untuk rehat sejenak dari media sosial.

Keputusan ini bukan berarti berhenti sepenuhnya, melainkan memberikan kesempatan kepada tim manajemennya untuk mengambil alih platform media sosialnya.

“Ide rehat dari media sosial ini sebenarnya datang dari manajemen. Mereka ingin melakukan take over. Saya merasa ini menarik karena mereka seperti punya rencana tertentu untuk platform yang saya miliki. Seperti apa sebenarnya konsep mereka dan bagaimana perannya sebagai bagian yang menjembatani musisi dengan karyanya? Saya justru penasaran dengan hal semacam ini. Langkah tersebut justru semakin memanusiakan hubungan diantara kami. Orang jadi melihat bahwa ini seperti kapal besar dan bukan hanya tentang saya, tetapi ada banyak orang di dalamnya,” ucap Kunto menutup pernyataannya.

Kabarnya Kapal itu akan terus berlayar mengarungi samudera yang luas dan “2025 Masih Asik Sendiri” adalah salah satu perhentian terbarunya. Kelak akan ada lebih banyak perjalanan lagi. Namun untuk sekarang, tak ada salahnya merayakan apa yang sudah tersaji didepan mata.

Single anyar dari Kunto Aji “2025 Masih Asik Sendiri” sudah dapat diakses diberbagai platform streaming digital. Selamat mendengarkan! (INQ)