PERSONA BARU DARI HOLISTIC KE TAMOOR LAHIRKAN SINGLE PERDANA "MASTERMIND"

Categories: Collaboration

Share
Skena musik rock layak menanti Tamoor, band lokal Karawang yang hadir dengan persona baru semangat hardrock 70-an yang funky. Sebelumnya dikenal sebagai Holistic, band ini memutuskan untuk merevolusi menjadi Tamoor. Nama ini diambil dari bahasa Arab dan Persia yang berarti “sarang singa” atau “sesuatu yang kuat.” Visualisasikan esensi mereka dengan energi liar yang patut diwaspadai,  garang namun penuh intelektualitas. Seperti singa yang terbangun dari tidur panjangnya, Tamoor siap mengguncang gigs to gigs dengan taring musik mereka yang tajam.

DARI HOLISTIC MENUJU TAMOOR: EVOLUSI SEBUAH IDENTITAS

Sebelum menjadi Tamoor, band ini dikenal dengan nama Holistic. Sebagai Holistic, mereka membawa warna musik yang eksploratif, namun merasa ada ruang untuk pertumbuhan lebih besar. Nama Holistic, yang berarti keseluruhan atau menyeluruh, sempat menjadi simbol dari upaya mereka untuk menyatukan berbagai elemen dalam musik. Seiring waktu, mereka menyadari bahwa semangat mereka lebih mengarah pada energi yang lebih berani, liar, dan penuh perhitungan— Seperti seekor singa yang bangkit. Transisi ini tidak hanya mencerminkan perubahan nama, tetapi juga pendalaman visi dan semangat mereka untuk merangkul sound hard rock 70-an sebagai benang merah yang lebih autentik dan jelas ikonik.

PERSONA TAMOOR DAN ENTITASNYA

Tamoor terdiri dari tiga personel berbakat: Febiyan Alfaridzi (Byan) sebagai gitaris sekaligus vokalis, Fathan Farid (Fathan) yang memainkan bass dan turut mengisi vokal, serta Ryan Luthfy (Ryan) sebagai drummer. Kolaborasi dan kekompakan mereka ibarat roda gigi yang saling melengkapi juga terhubung, menciptakan harmoni eksplosif antara dentuman drum, lengkingan gitar, dan petikan bass yang melarutkan nada dan irama.

SINGLE PERDANA YANG GARANG

"Mastermind" lebih dari sekadar anthem rawk, lagu ini adalah kritik sosial yang dikemas dalam balutan riff keras dan lirik yang pedas. 

"Di balik setiap pergerakan sosial, selalu ada sosok mastermind atau dalang yang mengatur jalannya permainan," ujar Fathan, “Sebuah gambaran sarkasme terhadap fenomena yang terjadi bahwa selalu ada yang mengatur kehidupan dalam beberapa aspek yang memunculkan kejenuhan terhadap hal tersebut,” Tambahnya.

"Mastermind" mengajak pendengar untuk melihat realitas sosial secara lebih kritis. Seperti cermin yang merefleksikan sisi tersembunyi masyarakat, lagu ini sejenak menantang cara berfikir kita dalam perspektif lingkup kehidupan.

Proses kreatif lagu ini mencerminkan semangat kumpulan singa. Meski melodi dan lirik diciptakan hanya dalam satu malam, pencarian tone gitar dan bass yang sempurna membutuhkan waktu lebih lama menyesuaikan dengan karakter Tamoor. Semua ini dilakukan demi menjaga orisinalitas dan karakter hardrock yang menjadi ciri khas mereka. Mereka tahu bahwa detail kecil bisa menjadi bahan bakar untuk sebuah ledakan besar.

INSPIRASI ROCK KLASIK DENGAN SENTUHAN KONTEMPORER

Tamoor mengambil inspirasi dari legenda rock seperti The Beatles, Led Zeppelin, Black Sabbath, Deep Purple, dan Queen. Namun, mereka juga meramu elemen-elemen modern dengan pengaruh musisi lokal seperti Kelompok Penerbang Roket, The SIGIT, Black Horses, dan White Swan. Musik mereka seperti jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, dengan nada-nada klasik yang dihidupkan kembali dalam balutan modernitas. Tamoor tidak hanya ingin membuat pendengarnya sekedar headbang belaka.

“Kami ingin hard rock era 70-an kembali hidup di tengah anak muda. Musik ini punya jiwa, pesan, dan energi yang relevan dengan kehidupan sekarang,” ungkap Byan. 

Band yang patut diwaspadai ini membawa pesan hangat lewat karya mereka pada generasi muda dengan persona yang lebih matang. Mari kita sambut “Mastermind” yang siap rilis 7 Februari 2025 di semua platform official mereka. Yeah Congratulations! (INQ)

People Sweet Rilis Single "Trauma", Dirancang Lebih Agresif dan Brutal

Categories: Music

Share
Bahas talenta-talenta musik di Karawang, tentu saja banyak sekali khususnya sirkel generasi baru. Salah satu dari mereka adalah People Sweet.

People Sweet merupakan salah satu band underground asal Karawang, Jawa Barat, dengan membawa bendera post-hardcore. Band ini digawang oleh Ekal pada Vokal, Trisna pada gitar, Afdian pada Drum dan dilengkapi oleh Devira satu-satunya personil cewek yang diplot sebagai pengisi divisi gitar ritem sekaligus backing vokal di band ini. 

People Sweet dibentuk dengan semangat bermusik yang memadukan raw energy, lirik-lirik yang penuh luka, juga distorsi high gain yang dinamis dan dipastikan mampu menciptakan vibrasi liar yang siap membakar emosi para pendengar.

Kupas single terbaru “TRAUMA”

Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang yang melawan luka batin paling dalam, dibalut dengan vokal yang dinamis perpaduan clean vocal dan growl yg kuat diiringi dengan pergantian tempo yang cepat khas post-hardcore. 

“TRAUMA” sengaja ditulis bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa setiap orang dapat menghadapi dan mengatasi luka batin mereka. Lagu ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pendengar untuk membangkitkan kekuatan dan harapan melalui single mereka.

Produksi lagu ini dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh anggota band untuk menghadirkan karya yang otentik, organik dan penuh energi. 

“Kami harap lagu ini bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang berjuang bahwa Anda tidak sendirian. Semoga pesan dan energi dari ‘TRAUMA’ bisa menguatkan hati pendengar,” ujar Ekal.

"Trauma" Dirancang Lebih Agresif dan Brutal

“Trauma” membawa kita kembali pada atmosfir post-hardcore pada zamannya namun tetap brutal dinikmati saat ini. Dengan tone distorsi gitar yang sedikit lembab dan breakdown yang tidak mudah ditebak, melodi riff-riff liarnya membuat lagu ”Trauma” lebih buas dari biasanya. Perpaduan antara hardcore punk, melodic, hingga metalcore terasa kuat. Dengan tempo prestissimo lagu ini cocok sebagai lagu pembuka dalam memanaskan audience untuk moshing bersama. Tak lupa juga lengkingan teriakan Ekal mengalun lagu ini menjadi lebih bernyawa.

Single “TRAUMA” telah dirilis pada 26 desember 2024.
Lagu ini sudah tersedia di kanal YouTube resmi PEOPLE SWEET dan di berbagai platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya. Let’s bang our head. Hellyeah. (INQ)

Kredit Lagu"TRAUMA" 

Produced by PEOPLE SWEET 
Compose by Sadekala 
Lyrics by Sadekala 
Performed by PEOPLE SWEET 
Arrangement by Sadekala, Trisna
Recorded at JFH PRODS 
Mastered & Mixing by JFH PRODS 
Visual Credits : 
Artwork by WhellyArt 
Lyrics Video by BSA Graphic 
©️®️ 2024 PEOPLE SWEET

UNGKAP KERESAHAN TENTANG KETIDAKADILAN SOSIAL DI MASYARAKAT, HOLY CITY ROLLERS KEMBALI DENGAN SINGLE TERBARU “THE SOCIETY”

Categories: Music

Share
Jika kalian suka dengerin The Stroke, Arctic Monkeys, Cage The Elephant atau mungkin juga Youth Group, silahkan kalian dengerin quartet rock asal Jakarta, Holy City Rollers. Band yang terbentuk 21 tahun silam ini sering mengangkat tema sosial yang menghadirkan masalah perkotaan dan kebebasan diri dengan balutan musik garage  & rock n' roll yang dipadukan dengan elemen-elemen pop 60's.

Debut album mereka, First Chapter of Allordia (2008), sukses mencuri perhatian dengan lagu-lagu seperti “Hook Up” dan “Kingdom of Allordia”. Setelah itu, Holy City Rollers terus mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta tampil di berbagai festival musik. Diperkuat oleh Stevanus Sada (drum), Alfiando Khrisna (Gitar), Mesa Sinaga (Gitar/Vokal), dan Andrey Miko (Bass) yang sangat matang dalam hal act of stage dari gigs to gigs.

Hiatus dan Kembali

Setelah beberapa tahun hiatus, mereka kembali dengan energi baru. Single pertama di era baru, Chivalry (2019), membuka jalan menuju EP Evolve (2021), yang memuat lagu-lagu seperti “Blister” dan “Sunset”. Dan di akhir tahun 2024, Holy City Rollers kembali luncurkan single terbaru “The Society”, yang menjadi bagian dari album yang akan datang.

Single "The Society"

Lagu yang telah dirilis tanggal 6 Desember 2024 ini mengungkapkan keresahan terhadap ketidakadilan sosial, dimana banyak orang menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi. Fenomena ini mencuat dalam berbagai aspek, mulai dari politik hingga media sosial, di mana norma dan kebenaran sering diputarbalikkan demi kepentingan pribadi. 

Lagu ini mengajak kita untuk menyadari kepalsuan tersebut dan berjuang untuk perubahan yang lebih adil. Dengan komposisi musik yang catchy single ini memiliki sentuhan aransemen indie rock dengan perpaduan alunan riff gitar british drive yang mudah melekat di telinga dan juga lirik yang mudah diikuti pendengar. (INQ)

Song Credits
Artist: Holy City Rollers
Written by Mesa Sinaga
Performed by Holy City Rollers
Produced by Holy City Rollers
Mix and Mastered by Zulki Sunarya at Sine Studio
Record Label: Holy City Rollers