Geliat industri kreatif di Karawang kembali menunjukkan taringnya melalui event musik spektakuler bertajuk “HQ FEST: Resonansi Kota Industri”. Event yang digelar pada Sabtu & Minggu, (20-21 Sept 2025) menghadirkan ELEVENTWELFTH (Day 1) dan BARASUARA (Day 2) sebagai headliners. Event tersebut berlangsung di Kaze Headquarter (Kaze HQ), Teluk Jambe Timur, Karawang, Jawa Barat.
Pada HQ Fest: Day 1, Suasana mulai padat sejak sore hari menuju malam, ketika penonton yang didominasi kaum muda mulai berdatangan ke area event. Dentuman musik pertama kali dibuka oleh performa apik band Morning Attack dengan single terbaru mereka yaitu “Rupa” dan punk rawk version “Cantik” milik Kahitna, kemudian tanpa basa basi langsung dilanjutkan band On The Rock (OTR) asal Karawang membawakan lagu single-nya seperti “Budak Korporat” dan “Highest Rock” dengan Flamboyan Retro Rock-nya dan band duo Normatif dengan genre Modern Alternatif melantunkan sejumlah hits lagu mereka seperti “Jesika” dan “Ijazah di Lemari Berdebu” yang penuh intrik sosial.
Eleventwelfth sebagai Headliner DAY 1, yang merupakan salah satu pionir band emo kenamaan asal Jakarta yang beberapa waktu lalu membuat Japan Tour kini hadir di Karawang menghadirkan atmosfer yang energik dan penuh gelora serta membius para Wong Kalahan (fanbase Eleventwelfth) untuk ikut sing along pada penampilan mereka malam kemarin di Kaze Headquarter Karawang.
Nah sebelum mereka tampil, kita melakukan sesi interview singkat bersama Rona Hartriant (vokal, gitar), Almas Makitsuna (drum), Yogawerda Kessawa (gitar), dan Tir Saputra (bass). Band yang lahir sejak 2014 silam secara garis besar menyampaikan statement bahwa Eleventwelfth memiliki karakter tersendiri dalam menciptakan musik sesuai ciri khas masing-masing personil dan tidak memiliki batasan tentang influence musik ataupun hanya sekedar emo saja, tetapi dalam artian luas mereka juga tetap mengexplore musik lain sebagai wahana idealisme bermusik. Mereka juga sering mendengarkan influence musik lokal sebagai bahan referensi mereka saat ini, salah satunya adalah Band asal Bogor RRAG yang menurutnya sangat layak untuk diapresiasi dan diacungin jempol.
Diakhir percakapan, Eleventwelfth mengajak para Wong Kalahan untuk tetap kompak menyuarakan kondisi ketidakadilan di Negeri ini tanpa harus membedakan jenis ataupun genre musik tertentu karena musik adalah pemersatu bukan pemecah belah.
“Buat orang yang bilang anak Emo takut sama pemerintah itu salah. Justru kami menyuarakan kegelisahan kami melalui lirik dan lagu. Jadi emo itu tidak selalu tentang romance tetapi juga ada kritik sosial didalamnya,” ujar Tir Saputra, sang bassis dan Rona sang vokalis.
Puncak klimaksnya terjadi ketika Eleventwelfth mulai on stage dan nama mereka lantang diteriakkan oleh sorak Wong Kalahan bersama penonton yang hadir, Eleventwelfth pun langsung membuka performa mereka dengan lagu “Take Care” dan “Later On” dari album selftitled mereka ditahun 2014 kemudian dilanjutkan dengan “(stay here) for a while” dan “ANTARA” dari album SIMILAR dan beberapa lagu hits mereka yang lain.
Penampilan mereka akhirnya ditutup dengan lagu “Your Head As My Favourite Bookstore” sebagai encore yang disambut dengan sing along dan tepuk tangan meriah dari seluruh penonton. Eleventwelfth juga mengajak para penonton untuk berfoto bersama sebagai bagian dari kenang-kenangan kemeriahan malam itu. So memorable~
Good Job Eleventwelfth, Good Job Scene Resonansi! (INQ)
Pada HQ Fest: Day 1, Suasana mulai padat sejak sore hari menuju malam, ketika penonton yang didominasi kaum muda mulai berdatangan ke area event. Dentuman musik pertama kali dibuka oleh performa apik band Morning Attack dengan single terbaru mereka yaitu “Rupa” dan punk rawk version “Cantik” milik Kahitna, kemudian tanpa basa basi langsung dilanjutkan band On The Rock (OTR) asal Karawang membawakan lagu single-nya seperti “Budak Korporat” dan “Highest Rock” dengan Flamboyan Retro Rock-nya dan band duo Normatif dengan genre Modern Alternatif melantunkan sejumlah hits lagu mereka seperti “Jesika” dan “Ijazah di Lemari Berdebu” yang penuh intrik sosial.
Eleventwelfth sebagai Headliner DAY 1, yang merupakan salah satu pionir band emo kenamaan asal Jakarta yang beberapa waktu lalu membuat Japan Tour kini hadir di Karawang menghadirkan atmosfer yang energik dan penuh gelora serta membius para Wong Kalahan (fanbase Eleventwelfth) untuk ikut sing along pada penampilan mereka malam kemarin di Kaze Headquarter Karawang.
Nah sebelum mereka tampil, kita melakukan sesi interview singkat bersama Rona Hartriant (vokal, gitar), Almas Makitsuna (drum), Yogawerda Kessawa (gitar), dan Tir Saputra (bass). Band yang lahir sejak 2014 silam secara garis besar menyampaikan statement bahwa Eleventwelfth memiliki karakter tersendiri dalam menciptakan musik sesuai ciri khas masing-masing personil dan tidak memiliki batasan tentang influence musik ataupun hanya sekedar emo saja, tetapi dalam artian luas mereka juga tetap mengexplore musik lain sebagai wahana idealisme bermusik. Mereka juga sering mendengarkan influence musik lokal sebagai bahan referensi mereka saat ini, salah satunya adalah Band asal Bogor RRAG yang menurutnya sangat layak untuk diapresiasi dan diacungin jempol.
Diakhir percakapan, Eleventwelfth mengajak para Wong Kalahan untuk tetap kompak menyuarakan kondisi ketidakadilan di Negeri ini tanpa harus membedakan jenis ataupun genre musik tertentu karena musik adalah pemersatu bukan pemecah belah.
“Buat orang yang bilang anak Emo takut sama pemerintah itu salah. Justru kami menyuarakan kegelisahan kami melalui lirik dan lagu. Jadi emo itu tidak selalu tentang romance tetapi juga ada kritik sosial didalamnya,” ujar Tir Saputra, sang bassis dan Rona sang vokalis.
Puncak klimaksnya terjadi ketika Eleventwelfth mulai on stage dan nama mereka lantang diteriakkan oleh sorak Wong Kalahan bersama penonton yang hadir, Eleventwelfth pun langsung membuka performa mereka dengan lagu “Take Care” dan “Later On” dari album selftitled mereka ditahun 2014 kemudian dilanjutkan dengan “(stay here) for a while” dan “ANTARA” dari album SIMILAR dan beberapa lagu hits mereka yang lain.
Penampilan mereka akhirnya ditutup dengan lagu “Your Head As My Favourite Bookstore” sebagai encore yang disambut dengan sing along dan tepuk tangan meriah dari seluruh penonton. Eleventwelfth juga mengajak para penonton untuk berfoto bersama sebagai bagian dari kenang-kenangan kemeriahan malam itu. So memorable~
Good Job Eleventwelfth, Good Job Scene Resonansi! (INQ)