Solo project alternative rock asal kota industri Karawang, URAR RIG, kembali merilis karya terbarunya. Kali ini lewat single kedua bertajuk “Malaikat dari Mimpi Buruk”, yang dirilis bersamaan dengan lyric video. Berbeda dari rilisan sebelumnya, single ini hadir dengan energi yang lebih agresif dan menyentuh hati.
“Malaikat dari Mimpi Buruk” menjadi wujud keresahan sekaligus imajinasi yang diramu dari realita pahit. Lagu ini dimasak melalui proses eksplorasi yang panjang, menampilkan kombinasi hantaman drum yang liar, distorsi gitar yang kasar, serta sentuhan nuansa orkestra yang mempertebal atmosfer gelap. Semua elemen tersebut berpadu harmoni dalam lirik yang tajam.
URAR RIG digawangi oleh Rizki, atau yang akrab disapa Urar (gitar/vokal). Ia menjelaskan bahwa single ini merupakan rilisan kedua setelah single perdana “Remuk Harapan”, yang lebih dulu dirilis pada 12 Mei 2025 dan telah tersedia di berbagai platform digital.
“Lagu ini sebenarnya sudah aku tulis sejak 2014–2015. Tapi proses produksinya sempat berhenti lama karena keterbatasan budget dan minimnya pemahaman teknis, apalagi semua dikerjakan secara mandiri seperti dari penulisan lirik, aransemen, sampai rekaman,” ujar Urar.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan ketersediaan gear produksi saat ini menjadi titik balik bagi URAR RIG untuk menyelesaikan materi yang sempat tertunda.
“Syukurnya sekarang semua terasa lebih memungkinkan. Pelan-pelan track-nya bisa diselesaikan sampai akhirnya siap dirilis,” lanjutnya.
Lebih jauh, Urar menegaskan bahwa “Malaikat dari Mimpi Buruk” ditulis dengan pendekatan yang sangat personal.
“Lagu ini jujur dan emosional. Aku ingin pendengar bisa ikut ngerasain apa yang aku pikirkan dan rasakan, lalu menafsirkan sendiri maknanya.”Tutupnya bersemangat.
Single “Malaikat dari Mimpi Buruk” kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital. Sementara itu, lyric video-nya dapat disaksikan melalui kanal resmi URAR RIG.
Seperti pada rilisan sebelumnya, artwork single ini kembali digarap oleh seniman asal Malang, Wisnu Rizky Prabowo Aji. Untuk proses mixing dan mastering, URAR RIG mempercayakannya kepada Asep Hamdan dari My September Record. Congratulations! (INQ)