Unit Nu-Metalcore asal Kota Kembang Eternal, kembali menegaskan eksistensinya lewat single terbaru bertajuk “Satu”. Hadir sebagai perayaan luka, tentang kehilangan yang tak pernah benar-benar usai, tentang bayangan yang terus tinggal meski sosoknya telah pergi.
Dalam “Satu”, Eternal meramu narasi emosional mengenai seseorang yang terjebak di antara kenangan dan kenyataan. Ia mencoba berlari dari masa lalu, namun semakin jauh melangkah, semakin dekat bayangan itu menghantuinya. Lagu ini berbicara tentang kehilangan, rasa bersalah, overthinking, hingga konflik batin yang tak menemukan titik temu. Semua dibalut dalam lirik dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Inggris) yang puitis, namun tetap menyimpan amarah terpendam sebuah ciri khas yang menguatkan identitas musikal mereka.
Secara musikal, “Satu” bergerak dinamis dalam spektrum gelap nan agresif. Clean vocal yang melankolis bertemu dengan rap yang tajam serta scream yang eksplosif, menciptakan lanskap suara yang sinematik dan penuh tensi. Perpaduan ini membuat lagu terasa dinamis, seperti denyut luka yang menganga. Tak hanya membicarakan cinta yang kandas, tetapi juga fase setelahnya ketika seseorang masih hidup, namun tak lagi “Satu”.
Tak berhenti pada sisi audio, Eternal turut merilis video musik “Satu” dengan pendekatan sinematik yang tajam. Digarap layaknya film pendek, video ini menghadirkan alur cerita yang jelas, dialog antar karakter, serta atmosfer visual yang gelap. Video tersebut menjadi medium naratif yang memperdalam makna lagu yang menggambarkan kehampaan, jarak emosional, dan pergulatan batin yang tak kasatmata.
Pendekatan ini menegaskan komitmen Eternal untuk melampaui batas format konvensional. Mereka menghadirkan sebuah ruang bagi pendengar untuk berdamai, atau setidaknya mengakui luka yang masih ada.
Melalui “Satu”, Eternal seperti mengajak kita untuk berhenti menyangkal rasa sakit. Bahwa terkadang, perpisahan bukan soal melepaskan, melainkan belajar hidup berdampingan dengan bayangan. Karena tidak semua kisah ditakdirkan berakhir utuh pun tidak semua luka harus segera sembuh untuk bisa dirayakan.
“Satu” telah tersedia di seluruh kanal digital musik manapun. Musik videonya pun sudah resmi tayang pada kanal resmi milik mereka. Bravo Eternal! (INQ)