D’Arkan Coffee Cikampek menjadi saksi bisu atas gemuruhnya sebuah agenda kolektif DIY (Do It Yourself) bertajuk 101% Hardcore Vol. 3 yang digelar oleh teman-teman dari Kick Punch Beatdown Family (KPBF) pada Sabtu lalu (17/01). Event tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan antar sesama penikmat musik Hardcore (HC) masih tetap hidup dan berdenyut kuat di Cikampek, Karawang terutama KPBF yang kini telah menginjak usia 11 tahun.
Sebagai bagian dari 101% edisi ketiga, KPBF bisa dibilang cukup berani menghadirkan sajian line up yang benar-benar representing their hardcore community networking. Delapan band pilihan yang berasal dari berbagai penjuru pulau Jawa tampil habis-habisan menguras energi liar para HC Kids sebagai bagian dari ritual breakdown tempo tanpa jeda. Full lineup-nya terdiri dari Weaponized (Indramayu), NotBleed (Bandung), Overhate (Malang), Beneath The Scars(Bandung), People Sweet (Karawang), Dekapila (Malang), Bloom (Bekasi) & End In Pain (Jakarta).
Crowd engagement yang sejak awal sudah mulai merasuk ketika Weaponized band asal Indramayu membuka panggung 101% HC Vol. 3 dengan beberapa lagu andalan milik mereka. Two steps, Windmill, spin kicks dan crowd surfing (you named it) menghiasi lantai moshpit tanpa henti dan spontan langsung terbentuk didepan stage yang sederhana oleh crowd yang didominasi oleh Gen Z. Hampir tidak ada jarak antara band dan para saksi hidup yang hadir saat itu, it’s a true interaction where all mixed up and united. Suasana yang hangat dengan iringan distorsi beatdown punk dan caci maki seakan menjadi bahasa universal tentang HC is not about hustle alone but its about surviving together all at once. The Pain in You is The Pain Indeed !
Setlist setiap band terasa padat dan penuh intensitas. Hampir tidak ada waktu untuk filler tracks, hanya hard-hitting power chords dan discharge drum beats yang terus menggema sebagai anthem moshpit. Beberapa band menonjolkan two-step parts seperti yang dilakukan oleh sang vokalis NotBleed yang menggiring penonton untuk bergerak bebas terus menerus, sementara personil yang lain udah tenggelam pada heavy breakdowns dalam beat yang sama.
Over Hate from Malang juga tidak mau ketinggalan momen dengan mengeluarkan jurus beatdown-nya seperti pada single“Eternal Peace” yang soundnya terdengar masih mentah namun memberikan efek samping headbanging. Merekapun memberikan kesan mistis pada penampilan mereka dengan membakar dupa sebagai salah satu bentuk ritualnya. Respect!
Beneath The Scars yang baru merilis single “Blood Funeral” juga ikut menghiasi lantai dansa 101% HC Vol. 3 dengan karakter sound HC yang sedikit berbeda namun tetap enerjik. Once again their power controlled the stage on blast. Kabarnya mereka juga pernah ikut meramaikan 101% HC Vol. 2 yang diadakan pada 2024 lalu.
Tidak berselang lama, salah satu kebanggaan Kota Karawang, People Sweet mengambil alih stage dengan 100% powerful energy membawakan koleksi single mereka termasuk yang terbaru yaitu “Parade Ego” yang baru aja rilis di sosial media. Mereka tampil habis-habisan pada malam itu dengan karakter hardcore screamo yang sudah menjadi ciri khas People Sweet, walaupun mungkin ada yang meragukan kalo People Sweet itu bukan hardcore tapi secara musikal they’re absolutely Hardcore As F**k. No doubt about it! People Sweet juga sering support band dan ikutan gigs lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari akar musik mereka yang juga berasal dari komunitas musisi Karawang yang telah terjalin sejak 2015 silam. Go Ahead People Sweet !
Rupanya dinginnya malam dan hujan deras tak membuat stage dan moshpit 101% HC Vol. 3 melemah, malah semakin panas membara ketika perwakilan band asal Malang City, Dekapila is taking control the crowd and started to kicking their ass ! Kombinasi Vokal growl dan beat breakdown HC seperti pada lagu “The City Suffers Under Greed” adalah salah satu keunikan band ini. Wajar jika kehadiran mereka malam itu sangat dinantikan oleh para HC Kids sebagai pengiring yang sangat pas untuk ber-windmill ria dan bergaya two step dan pecahkan konsentrasi massa yang terkena tendangan mesra ala capoeira tanpa target.
Next, another broken beatdown HC from Bekasi yaitu BLOOM menginvasi crowd dengan sound distorsi yang cukup brightala Hatebreed dan throat screaming yang memilukan dari seorang Ayup, sang frontman wanita beringas semakin membuat situasi menjadi tidak terkontrol dan sedikit membuat panik karena crowds on the dance floor saling bergesekan dan tidak sedikit yang terkena salam pramuka dari para uncontrolled human. Oh iya, mereka juga baru saja merilis Maxi Singles “Demonic” yang bisa kalian cek di situs Bandcamp-nya.
End In Pain sebagai pamungkas malam 101% HC Vol. 3 menjadi pusat perhatian yang amat sulit untuk dilepaskan begitu saja walaupun hujan deras semakin menunjukkan kuasanya pada malam itu. Down tempo disertai beat drum old skool dan vokal pig squeal membersamai kehangatan massa pencinta HC dan Metal garis keras. Tidak ketinggalan kombinasi slamming dance dan spinning kicks mewarnai penampilan End in Pain waktu itu. End in Pain mengakhirinya dengan indah without pain and revenge dengan berpesan,
“Tetap berkarya, jangan pernah ada Gap diantara kalian, jangan mencuri dan merugikan Orang lain.” Ucapnya bersemangat.
Seorang sosok berkacamata yang sering mondar-mandir disekitar venue bernama Aldiva, selaku penanggung jawab event 101% Hardcore yang juga merupakan ketua dari KPBF menyampaikan bahwa event ini merupakan agenda tahunan Kick Punch Beatdown Family (KPBF) yang sudah bergulir sejak 2023 yang bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar sesama komunitas HC yang berada dari luar Cikampek dan sekitarnya. Kegiatan ini adalah merupakan komitmen kolektif dari semua anggota KBPF sejak Volume 1. Adapun pada Vol. 3 baru kerjasama dengan sponsor lokal karena ada tambahan jumlah penampil band dibandingkan pada Volume sebelumnya. Adapun persiapan eventnya terbilang singkat yang hanya butuh waktu sekitar sebulan hingga hari H.
“Kami berharap agar di Cikampek diperbanyak event-event seperti ini sebagai ajang ekspresi diri sekaligus sebagai media informasi antar komunitas terutama di Cikampek dan Karawang. Khusus untuk KPBF sendiri semoga jalinan kita semakin kuat sebagai keluarga besar, bukan hanya sekedar komunitas saja.”
Aldiva juga menambahkan jika masih memungkinkan berencana akan kembali membuat event serupa di Cikampek pada tahun ini dengan mengundang band Kosmic HC yang berasal dari Negeri Jiran, Malaysia dan ZIP dari Jakarta.
Kedepannya KBPF juga akan mencoba aktifitas lain sebagai bagian dari support event yang akan mereka laksanakan nantinya.
Overall, gigs lokal seperti ini patut diacungi dua jempol besar karena dengan budget terbatas tapi mampu menghadirkan line up yang cukup pamor, sound system yang mumpuni dalam, time management yang terjaga, crowd control yang senantiasa saling mengingatkan ketika terjadi pergesekan di depan panggung, hingga vibes positif duo MC Agap & Bogel yang terjalin dengan para penonton sejak awal acara. Hal tersebut bertujuan agar esensi dasarnya sebagai ajang silaturahmi dapat terus berlangsung dengan baik di skena Hardcore atau di skena lain dimasa mendatang.
Sampai jumpa di Volume Selanjutnya, Semoga KPBF lebih kompak lagi dan terus bikin gigs seru lagi yak. STAY TRUE, STAY HARDCORE! (INQ)