Buat kalian para pencinta musik shoegaze dan alternative rock, perkenalkan ASHN, unit band asal Bandung yang dikenal dengan vibes dreamy dan melancholic-nya. Salah satu band pilihan BVCKLE SMIGGLE, akhirnya ngerilis album perdana bertajuk "Waves in Two" pada awal Oktober 2025 kemarin. Momen tersebut merupakan yang ditunggu-tunggu setelah mereka udah cukup lama bikin demo dan single yang akhirnya muncul dengan album penuh dalam mewakili ekspansi artistik dan langkah maju memperkenalkan ASHN kepada khalayak yang lebih luas.
ASHN dibentuk pada tahun 2022 silam yang terdiri dari Bryan Arkan (gitar), Nafisa Almira (vokal), Bryan “Popon” Pongtiku (vokal dan gitar), Rafi Azani (bass), dan Irfan Al Hafizh (drum). Bryan Arkan memimpin penulisan lagu dan bertindak sebagai produser utama album, didukung oleh Irfan, Popon, Nafisa, dan Rafi dalam berbagai aspek penulisan lagu dan produksi.
Album “Waves In Two” yang berisikan 10 lagu yang siap membawa kita menyelami berbagai lautan perasaan sedih, senang, melankolis, cinta, sampe kesepian yang amat dalam. Semuanya dibungkus dengan narasi suara yang immersivedan kohesif. Karakter low key, drum beat dan distorsi gitar berat pada beberapa lagu seperti Farewell, Knife, Waves in Two dan In Circles cukup membuat lagu dialbum ini menjadi unik dan berbeda dari unit shoegaze lain. Selain itu ciri khas duet vokal yang terdengar samar ikut memperkuat karakter musik ASHN yang secara sadar ingin menciptakan atmosfer kegelapan yang introspektif dan kontemplatif dengan kesan melankolis yang kuat. Judul "Waves in Two" sendiri dipilih sebagai nama album karena dianggap paling mewakili identitas musik dan lirik ASHN.
Nah, buat yang suka sesuatu yang eksperimental, ada satu lagu yang kolaborasi sama unit elektronik Ftlframe pada laguEndless sangat layak untuk dinikmati saat sedang ingin chillin, merasakan ketenangan atau sekedar menikmati sensasi mendalam dan menerawang pikiran kita.
Inspirasi utama album ini selain dari pengalaman pribadi juga berasal dari salah satu game horror yaitu Silent Hill yang memiliki begitu banyak karakter ikonik dengan tema psikologis yang mendalam seperti dosa (sin), penebusan (redemption), dan penerimaan (acceptance). No wonder kalau album ini punya nada yang gelap, dreamy dan atmospheric!
Untuk rencana kedepannya, ASHN bakal gelar showcase pada 1 November 2025 buat merayakan rilisan album ini. Mereka juga lagi pertimbangin buat bikin music video, tergantung ketersediaan sumber daya nantinya. Cant wait fren!
As a final result, "Waves in Two" adalah proyek penuh yang jenius, berani dan jujur dari ASHN. Album ini bukan cuma buat fans lamanya tapi juga sebagai pengenalan buat pendengar baru sekaligus sebagai langkah penting dalam eksistensi mereka di scene musik independen Indonesia yang sangat berbahaya. Hellyeah! (INQ)