MODERN GUNS KEMBALI LEBIH BRUTAL DENGAN EP BARU ‘LOST IN ABSENCE’

Categories: Music

Share
Kabar ‘darderdor’ dari band Modern Guns band melodic hardcore asal Depok. Setelah vakum di studio cukup lama sejak EP Pure Love From The Black Heart (2014, Golden Years Records), The Place Where I Left You (2016, Armstretch Records), dan EP We Are Strangers After All (2019), band yang digawangi oleh Anugrah Yundi Frantika ‘Gaga’ (vokal), M Risyad Adi Pratama ‘Chads’ (gitar), Luqman Hakim (bas), dan Andhika Mandala Putra (drum) akhirnya kembali menghajar para penggemarnya lewat Album EP (Extended Play) terbaru mereka, “LOST IN ABSENCE” yang udah rilis pertengahan Oktober kemarin di bawah bendera Modern Guns Collective.

Bukan Modern Guns namanya kalau nggak bawa cerita. Proses rekaman yang dimulai Maret 2024 di Invasion Studio, Depok baru beres di Agustus 2025. 

“Ya, kami semua sibuk dengan urusan masing-masing, tapi komitmen untuk ngerampungin EP ini nggak pernah padam,”jelas mereka yang juga mewakili perjuangan salah satu band indie di tengah kesibukan orang dewasa. YTTA!

Nah, biar nggak penasaran, Bvckles Smiggles secara ekslusif akan ngasih bocoran tentang proses “Lost In Absence” EP special for you !

1. PIECES OF YOU SURROUNDING ME (INTRO)

Jangan kira ini intro biasa ya! Track pembuka ini lahir secara spontan di studio bulan Agustus lalu. Semua aransemennya ditangani langsung oleh sang gitaris, Chads (M. Risyad Adi Pratama), dengan sedikit sentuhan produksi dari Praditya. Atmosfer-nya langsung bikin merinding dan siap bawa kalian masuk ke dunia ‘LOST IN ABSENCE’.

2. THE ROOM WE LOST (FEAT. YOEL OF COLDSKIN)

Ini dia salah satu track paling brutal di EP ini! Musik digarap Chads, sementara lirik pedih tentang kehilangan dan sulitnya untuk saying goodbye ditulis oleh Gaga (Anugrah Yundi Frantika). Yang bikin makin mantap ketika salah satu sahabat mereka, Yoel dari Coldskin menambahkan vokal brutalnya di bagian akhir lagu untuk melengkapi “kegilaan” di keseluruhan lagu ini.

Dan yang paling bikin sejarah semenjak Modern Guns berdiri, INI VIDEO KLIP PERTAMA MEREKA! Yap, finally akhirnya Modern Guns punya official music video setelah bertahun-tahun berkarya! Proses produksinya pun ditangani secara serius oleh Sunray Creative Lab dengan melibatkan Chads dan fotografer resmi mereka, Abadi Farhan didalam tim produksinya.

3. I HOPE THIS LETTER FINDS YOU

Balik ke nuansa melankolis. Track ini masih duet Chads (musik) dan Gaga (lirik) untuk proses kreatifnya. Sementara bagian reffnya ditulis langsung oleh sang produser, Praditya Eka Putra, yang juga menyumbangkan vokalnya di bagian tersebut. Lagu ini adalah surat rindu yang berisi tentang luka yang belum sembuh dan keheningan yang menghantui. Bukan untuk membuka luka lama, melainkan upaya sederhana untuk menyalakan cahaya kecil di ruang kosong yang ditinggalkan. Gils, dalem banget maknanya fren.

4. DRIFT AWAY

Siap-siap terkejut! Di lagu ini, Modern Guns mencoba sisi lain mereka. 

“Bagaimana jika kami membuat lagu bernuansa pop, shoegaze, dan alternative sekaligus tapi tetap dengan ciri khas Modern Guns?” pikir mereka. 

Hasilnya adalah “Drift Away”, sebuah lagu tentang melepaskan, menerima dan menemukan kekuatan untuk melangkah agar tetap melangkah kedepan dengan aroma pop yang kuat tapi tetap gelap.

5. TEARS WILL BE SHED FOREVER

MOMEN SEJARAH! Untuk pertama kalinya dalam perjalanan karier musiknya setelah 2 album, 1 EP, dan beberapa single, Gaga akhirnya menyanyikan vokal clean! Biasanya di lagu lain cuma spoken words atau throat screaming, nah di akhir lagu ini kalian akan dengar sisi vokal clean Gaga yang selama ini tersembunyi. 

“Lagu ini merefleksikan kesalahan masa lalu dan kerinduan untuk berubah,” tuturnya.

6. TIDAL WAVES

Track penutup ini punya cerita spesial. Liriknya ditulis oleh Kevin B, drummer lama mereka yang sekarang jadi vokalis No Excuse, sementara musik tetap digarap Chads. Sebuah kolaborasi yang mengharukan tentang cinta, kerinduan, dan kompleksitas emosi, sekaligus menjadi penutup yang sempurna untuk perjalanan EP ini.

Untuk urusan visual, Gaga berkolaborasi dengan fotografer resmi mereka, Abadi Farhan. Konsep cover art EP ‘LOST IN ABSENCE’ ini unik banget, guys! 

“Kumpulan foto dari gallery phone Farhan dan gaga di combine jadi kesatuan untuk cover art ep ini,” jelas mereka. Jadi, expect sesuatu yang personal dan penuh kenangan.

“LOST IN ABSENCE” EP telah menghampiri playlist digital kalian sejak awal Oktober 2025 kemarin. Buat para kolektor fisik tenang aja, versi CD nya juga bakal menyusul, yang akan dirilis secara official di bawah naungan Modern Guns Collective.

Jadi, udah siap ga nih buat nyemplung kedalam atmosfer gelap dan indahnya "Lost In Absence" nya Modern Guns?? Here we go! (INQ)

Kolaborasi Level Up! Soundwaves Connection Buktikan Silaturahmi Forum Musisi Karawang Nggak Ada Matinya

Categories: Collaboration

Share
“Soundwaves Connection” yang dihelat oleh @forummusisikarawang (FMK) pada Minggu (19 Oktober 2025) membuktikan bahwa pagelaran musik bisa lebih dari sekadar pertunjukan. Event ini menghadirkan vibes para musisi baik yang baru berkecimpung di dunia musik hingga para musisi senior Karawang yang telah malang melintang di dunia hiburan berskala nasional dan internasional. Bertempat di Kota Kertabumi, Karawang, telah sukses menjadi ajang silaturahmi yang hangat dan pentas kreasi yang membanggakan bagi musisi lokal.


Event digelar sejak sore hari yang dipandu oleh MC Rully Maya membuat suasana heboh terus tanpa sekat hingga berakhirnya event ini. Beliau kerap menyapa sambil beradu canda dengan para tamu dan para musisi yang hadir serta yang tampil untuk ikut memberikan opini masing-masing demi kemajuan FMK kedepannya, Selain itu atmosfer panggung yang berada ditengah kawasan Kota Kertabumi cukup terasa adem, nyaman dan asri ikut membuat para audiens semakin betah nongkrong sambil menikmati aneka sajian dari food merchant disekitar venue.


Selain silaturahmi para musisi, juga turut hadir berbagai komunitas yang tergabung di FMK diantaranya, Guitar Community of Indonesia (GCI) Chapter Karawang, Indonesian Drummer (ID) Karawang, Land of Guitar (LOG), Karawang Blues Society, serta Himpunan Artis Musik Indonesia (HAPMI) Karawang. Their presence bener-bener nambahin aura semangat kolaborasi dan solidaritas.


Gak cuma jadi ajang kumpul-kumpul biasa, malam itu “Soundwaves Connection” menjadi panggung sederhana namun istimewa dimana bakat-bakat lokal Karawang tunjukin kelas mereka. Mulai dari genre Pop, Rap, Ska, Punk, Metal hingga Rock n Roll gencar menghibur audiens hampir tanpa jeda waktu. 

Antusiasme juga datang dari para musisi yang turut meramaikan event ini. Diantaranya Dean Sanopa, sang vokalis Minion Ska, band yang sudah terbentuk sejak tahun 2016. 

"Ini event yang positif banget bagi kami para musisi Karawang! Semoga jadi agenda rutin buat wadah berkumpulnya musisi lokal Karawang untuk saling berbagi ilmu dan tentunya mempererat tali silaturahmi."

Hal senada juga diungkapin Fizol, frontman dari Taksanada dan DPRTY Band

"Bagi saya pribadi event FMK ini sebagai bagian dari movement yang lebih terarah dan tentunya sharing ide ke sesama musisi udah kayak keluarga besar buat kita. Tujuannya jelas tentang bagaimana kolaborasi FMK bisa menjadi benang merah dalam pengembangan karir musisi lokal biar makin maju dan berkualitas."

Mereka berharap event ini lebih dari sekadar pentas saja tetapi lebih sebagai ruang untuk saling connect melalui cerita dan energi sesama anggota FMK yang makin solid dan kreatif.

Ketua FMK, Rizki Angkasa menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas inisiasi event “Soundwaves Connection” sebagai bagian dari partisipasi aktif rekan-rekan musisi dalam memajukan potensi kreatifitas dan pengembangan diri musisi lokal Karawang di masa depan. 

"Kita harus selalu bersama, ngariung, ngumpul seperti ini dan berkolaborasi membahas tentang  era masa kini yang benar-benar digital dari sisi profesionalitas musisi. Kita harus terus bergerak untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Olehnya itu, kapanpun dan dimanapun hayuk kita berdiskusi karena sudah saatnya kita berjalan bersama dan terus aktif dalam menghasilkan karya yang positif...“ ujar Rizki Angkasa. 


Overall, standing applause kepada seluruh musisi dan komunitas yang tergabung di FMK yang telah menyukseskan “Soundwaves Connection” dari yang awalnya sekadar ide dan konsep menjadi sebuah simfoni kolaborasi yang nyata dari cerita perjalanan panjang kita. Terima kasih telah membuktikan bahwa musik bukan hanya tentang nada, tapi juga tentang menyatukan hati. Sampai jumpa di event FMK selanjutnya !!! (INQ)

Iksan Skuter Gelar "Raya Daendels Tour 2025": Perjalanan 1000 KM Napak Tilas Jalur Bersejarah dari Anyer ke Panarukan

Categories: NEWS

Share
Musisi solois Iksan Skuter (@iksanskuterofficial) mengumumkan rangkaian perjalanan tur musik epik yang bertajuk "Raya Daendels Tour 2025". Sebuah tur musik akustik yang akan menempuh jarak 1.000 km dari Anyer ke Panarukan menggunakan Vespa. Tur yang berlangsung pada 18 Oktober hingga 20 November 2025 ini direncanakan akan melintasi 5 provinsi dan 19 kota di Jawa yang dimulai dari Cilegon dan berakhir di Panarukan. Selain menyajikan pertunjukan musik intim di setiap kota, tur ini juga membawa misi reflektif terhadap sejarah dan makna keberjalanan seni di luar arus industri musik besar.

"Panggung musik tidak harus di kota besar dengan sponsor besar. Musik harus lebih membumi dan akrab dengan masyarakat," tegas Iksan. 

Tur ini akan menjadi bentuk keberanian menghadirkan alternatif pertunjukan musik independen di luar skema industri arus utama.

Nama “Raya Daendels” dipilih sebagai napak tilas Jalur Raya Pos bersejarah yang dibangun Herman Willem Daendels tahun 1808. Jalan sepanjang 1.000 km ini menyimpan kisah kelam kerja paksa (rodi) pekerja pribumi pada masa kolonial yang mengakibatkan ribuan pekerja tewas akibat eksploitasi dan kekerasan selama proyek tersebut berlangsung.

Rute tur Raya Daendels 2025 terbagi dalam tiga wilayah: Barat (Cilegon, Tangerang, Jakarta, Bogor), Tengah (Cianjur, Bandung, Sumedang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang), dan Timur (Demak, Rembang, Tuban, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Panarukan). Setiap kota yang disinggahi akan menghadirkan pertunjukan akustik dalam format sederhana, yang menekankan interaksi dan suasana kebersamaan.

“Aku ingin membuktikan bahwa pertunjukan bisa dilakukan dengan berjejaring dan proper, tanpa harus bergantung pada kuantitas dan tuntutan industri,” tambah Iksan Skuter

Menariknya, Iksan Skuter akan menempuh perjalanan menggunakan Vespa bernama "Sarinah" yang telah direstorasi menggunakan bahan bakar daur ulang limbah plastik. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Get Plastic, organisasi yang bergerak dalam pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Dukungan ini menjadi simbol konkret dari komitmen Iksan terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis dalam berkarya. Vespa ini nantinya akan menempuh seluruh jalur dari Anyer ke Panarukan, berhenti di setiap kota untuk tampil dan bersilaturahmi.

Sebelum tur dimulai, Iksan Skuter juga akan merilis single "1000 KM" sebagai pengantar musikal perjalanan tersebut. Seluruh proses tur juga akan didokumentasikan dalam film dokumenter yang menangkap “spirit berkesenian dijalan” yang menjadi core dari seluruh perjalanan Raya Daendels Tour 2025.

"Intinya ini adalah tour musik sambil naik vespa menyusuri Jalan Raya Daendels. 1000 km, melewati 5 provinsi, 19 kota di Pulau Jawa. Jika ada nama kotamu, mari bersilaturahmi, bernyanyi, dan ngopi," tutup Iksan. 

Informasi lebih lanjut mengenai lokasi venue, waktu pertunjukan, dan pembaruan dokumenter dapat diakses melalui akun media sosial resmi @langgamlangsam_ (INQ)